Sabtu, 18 Juli 2020

MEMILIH PROFESI DENGAN CARA “SMART”


MEMILIH PROFESI DENGAN SMART


Seorang anak kecil ketika di tanya kalau besar mau menjadi apa, kebanyakan mereka mau jadi dokter atau pilot, setelah remaja mereka mulai punya idola dan merekapun mengubah cita-citanya untuk menjadi seperti idolanya, yang punya idola penyanyi ingin menjadi penyanyi, yang punya idola bintang film ingin menjadi menjadi bintang film, yang punya idola pemain bola ingin menjadi pemain bola.

Seiring perjalanan waktu mereka akan dewasa dan mulai melihat fakta yang ada, maka dalam memilih profesi merekapun akhirnya berdasarkan fakta-fakta yang ada seperti bakat yang di miliki, kesempatan yang ada, lowongan kerja yang ada dan sebagainya. Dari uraian ini menunjukkan bahwa bertambahnya umur dan pengalaman membuat mereka lebih “SMART” dalam memilih profesi.

a.  Definisi Profesi dan Ciri-cirinya

Profesi berasal dari bahasa latin “Proffesio” yang mempunyai dua definisi yaitu janji/ikrar dan pekerjaan. Bila artinya dibuat dalam definisi yang lebih luas menjadi kegiatan “apa saja” dan “siapa saja” untuk memperoleh nafkah yang dilakukan dengan suatu keahlian tertentu. Sedangkan dalam arti sempit profesi berarti kegiatan yang dijalankan berdasarkan keahlian tertentu dan sekaligus dituntut daripadanya pelaksanaan norma-norma sosial dengan baik. Profesi merupakan kelompok lapangan kerja yang khusus melaksanakan kegiatan yang memerlukan ketrampilan dan keahlian tinggi guna memenuhi kebutuhan yang rumit dari manusia, di dalamnya pemakaian dengan cara yang benar akan ketrampilan dan keahlian tinggi, hanya dapat dicapai dengan dimilikinya penguasaan pengetahuan dengan ruang lingkup yang luas, mencakup sifat manusia, kecenderungan sejarah dan lingkungan hidupnya serta adanya disiplin etika yang dikembangkan dan diterapkan oleh kelompok anggota yang menyandang profesi tersebut.

Profesi merupakan bagian dari pekerjaan, namun tidak setiap pekerjaan adalah profesi. Seorang petugas staf administrasi bisa berasal dari berbagai latar ilmu, namun tidak demikian halnya dengan Akuntan, Pengacara, Dokter yang membutuhkan pendidikan khusus.

Profesi merupakan suatu pekerjaan yang mengandalkan keterampilan dan keahlian khusus yang tidak didapatkan pada pekerjaan-pekerjaan sebelumnya.

Profesi merupakan suatu pekerjaan yang menuntut pengemban profesi tersebut untuk terus memperbaharui keterampilannya sesuai perkembangan teknologi.

Definisi  Profesi menurut De George, Profesi adalah pekerjaan yang dilakukan sebagai kegiatan pokok untuk menghasilkan, nafkah hidup dan yang mengandalkan suatu keahlian.

dilakukannya, sementara olahraga sepak bola sendiri pada dasarnya tidak dianggap sebagai suatu profesi.

Profesi adalah suatu pekerjaan, dan kita seringkali menganggap profesi sebagai suatu pekerjaan, namun sesungguhnya tidak semua pekerjaan adalah profesi.  Profesi mempunyai karakteristik sendiri yang membedakannya dari pekerjaan lainnya.

Ciri-ciri atau karakteristik suatu Profesi sebagai berikut :

  1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis : Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut.
  2. Asosiasi profesional : Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. 
  3. Pendidikan yang ekstensif : Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dan jenjang pendidikan tinggi.
  4. Ujian kompetensi : Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.
  5. Pelatihan institutional : Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi.
  6. Lisensi : Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.
  7. Otonomi kerja : Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.
  8. Kode etik : Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.
  9. Mengatur diri : Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati.
  10. Layanan publik dan altruisme : Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi pada kesehatan masyarakat.
  11. Status dan imbalan yang tinggi : Profesi yang sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat (Wikipedia Indonesia)

Tentang  “SMART”

Apa yang di maksud dengan “SMART”

SMART singkatan dari Spesific , Measurable, Achievable, Reality Based, Time based.

Yang di maksud dengan Spesifik, adalah dalam menentukan sesuatu itu harus jelas, dalam arti tujuan yang ingin kita capai jelas tidak meragukan.

Measurable, artinya terukur. Jadi dalam menentukan tujuan hidup harus dapat diukur, dengan mempertimbangkan berbagai aspek seperti baik buruk, tingkat kemudahan dan kesukaran serta pertimbangan pertimbangan lainnya yang dapat di ukur.

Achievable, Artinya dapat di capai. Dalam menentukan tujuan harus dipertimbangakan ketercapainnya, sesuaikan dengan kesempatan dan kemampuan.

Reality based, artinya berdasarkan realita. Maksudnya dalam menentukan tujuan hidup jangan muluk-muluk atau berlebih-lebihan tetapi yang realistis saja.

Time based. Artinya ada batas waktunya, maksudnya dalam menentukan tujuan hidup harus menentukan batas waktu kapan tujuan itu ingin dicapai, karena dengan target waktu akan membuat seseorang bersungguh-sungguh

b.  Memilih profesi dengan cara “SMART”

Profesi adalah karier atau pekerjaan yang diperoleh karena memiliki keahlian tertentu. Orang yang memiliki sebuah profesi maka dia dituntut untuk bekerja secara profesional, betul-betul menunjukan kemahiran dibidangnya dan hasil kerjannya memuaskan banyak pihak.

       Jaman dulu suatu pekerjaan itu dikatakan sebuah profesi jika diperoleh melalui pendidikan tinggi, namun sekarang ini makna profesi telah bergeser menjadi meluas, hampir semua pekerjaan dikatakan profesi.

       Memilih profesi tidaklah mudah, apalagi saat masih sekolah, karena di usia sekolah belum dapat secara pasti menentukan pilihan hati, biasanya masih berubah-ubah. Namun demikian tidak ada salahnya belajar memilih profesi sejak dini, karena pilihan profedi kita akan membantu kita memilih jurusan saat kuliah dan membantu kita untuk fokus pada satu cita-cita hidup. Bagaimanakah memilih profesi dengan cara “SMART” ?

1.      Spesific, tentujan profesi yang dicita-citakan secara spesific, jelas dan profesi itu meyakinkan.

2.      Measurable, dalam memilih profesi, pilihlah profesi yang bisa diukur baik buruknya, kemudahan dan kesukaran yang ada untuk mendapatkan profesi tersebut.

3.      Achievable, pilihlah profesi yang dapat dicapai, dengan mempertimbangkan kemampuan dan kesempatan yang ada, misalnya kemampuan kita di bidang seni jangan memilih profesi untuk menjadi dokter, atau kita punya bakat “Public Speaking”  tetapi kita kuliah kedokteran, sementara tawaran yang ada adalah menjadi pembaca berita di televisi, maka kita harus lebih mengutamakan bakat dan kesempatan dibanding pendidikan.

4.      Reality Based, dalam memilih profesi harus realitis tidak boleh muluk-muluk, walaupun cita-cita boleh setinggi langit tetap saja kita harus berpijak pada kenyataan.

5.      Time based, dalam memilih profesi harus memiliki target waktu, adanya target membuat kita serius, bersungguh-sungguh dalam mencapi profesi yang kita inginkan.

PROFESI/PEKERJAAN DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP

PROFESI/PEKERJAAN DALAM MENINGKATKAN TARAF HIDUP

Dalam suatu kehidupan, setiap orang harus berusaha untuk hidup mandiri dengan memiliki profesi/pekerjaan untuk meningkatkan taraf hidupnya. Untuk meningkatkan taraf hidup selalu berhubungan dengan cara bagaimana untuk memperoleh penghasilan sesuai dengan profesi atau pekerjaannya. Banyak profesi atau pekerjaan yang ada di masyarakat, dengan cara memperoleh penghasilan yang berbeda-beda.

a.  Profesi/Pekerjaan untuk Memperoleh Penghasilan

Pernahkahn Anda mengamati aktivitas sehari – hari orang dewasa? Mungkin Anda bisa mengamati bapak, ibu, paman, ataupun orang – orang dewasa yang ada di seitar Anda.  Apabila Anda amati dalam kehidupan sehari – hari seorang dewasa (dalam suatu keluarga paling tidak kepala keluarganya), Anda akan menemukan bahwa ia menekuni suatu kegiatan yang bisa mendatangkan rejeki untuk menghidupi dirinya dan keluarganya. Anda akan mengamati ada orang yang bekerja pada orang lain, dengan  pekerjaan yang ditekuninya ia mendapatkan gaji atau upah. Mereka disebut sebagai pekerja atau pegawai. Rejeki yang mereka peroleh berupa gaji, tunjangan, serta jaminan – jaminan tertentu seperti jaminan pensiun, jaminan kesehatan dll.

Ada orang yang memperoleh rejeki dengan cara bekerja secara mandiri. Mereka menjual jasa pada orang lain, dan atas dasar jasa yang dilakukannya ia mendapatkan rejeki. Pekerja mandiri bervariasi dari tukang tambal ban di pinggir jalan, pemilik toko kelontong,  hingga dokter, atau pengacara yang buka praktek sendiri

Ada orang yang mencari rejeki dengan membuka suatu usaha dan ia menggaji orang – orang profesional untuk menjalankan usaha itu. Ia bisa disebut sebagai pemilik usaha atau pengusaha. Orang – orang seperti ini bisa saja tidak menjalankan sendiri usahanya. Orang – orang yang menjadi pegawainyalah yang menjalankan usahanya, dan ia mendapatkan rejeki dari keuntungan yang diperoleh perusahaannya.

Selain itu, Ada orang yang orang yang menjadi penanam modal. Ia menginvestasikan dana yang dimilikinya untuk menghasilkan uang yang lebih banyak lagi. Orang ini desebut dengan investor.

a.    The Cash Flow Quadrant R.T. Kiyosaki

Robert T. Kiyosaki menggambarkan empat kelompok manusia dalam suatu gambar kuadran yang disebut sebagai CASHFLOW Quadrant sebagai berikut :



 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


                                                                                                         

-            E singkatan dari Employee (pekerja/ karyawan)

-            S singkatan dari Self Employee (Pekerja Mandiri)

-            B singkatan dari Bussiness Owner (Pengusaha)

-            I singkatan dari Investor (Penanam Modal)     

Coba perhatikan gambar di atas. Pada sisi kiri dari kuadran itu ada dua kelompok orang yaitu kelompok “E” (pegawai atau karyawan) dan kelompok “S” (kaum pekerja mandiri), sementara pada kuadran sebelah kanan juga ada dua kelompok orang yaitu kelompok”B”  (pemilik usaha) dan kelompok “I” (investor)

Mungkin ada pertanyaan apakah seseorang mesti harus ada pada salah satu kelompok di antara 4 kelompok tersebut. Dalam kehidupan nyata ternyata bisa saja seseorang berada sekaligus pada lebih dari satu kelompok. Kita bisa mengambil contoh seorang, dokter. Bisa saja ia adalah dokter pemerintah (Pegawai/ “E”). Namun pada waktu bebasnya ia melakukan praktek dokter di rumah (Pekerja mandiri/”S” ). Bahkan ada juga dokter yang memiliki rumah sakit sendiri. Untuk mengoperasionalkan rumah sakit tentu saja ia tidak bisa bekerja sendiri. Ia akan menggaji dokter lain, perawat, dan beberapa tenaga kerja lain agar rumah sakit tersebut bisa berjalan dengan baik. Dengan memiliki rumah sakit sendiri yang mempekerjakan beberapa karyawan, maka ia bisa digolongkan sebagai usahawan ( “B”). Kita dapat mengambil kesimpulan bahwa dokter seperti itu berarti masuk dalam tiga kuadran sekaligus. Sebagai pegawai (“E”), pekerja mandiri (“S”) dan sebagai usahawan (“B”). Coba renungkan akan berada di kuadran manakah Anda besok saat menjadi orang dewasa. Apakah anda akan menjadi Karyawan atau Pegawai (“E”), Pekerja mandiri (Self Employer (“S”), pengusaha (“B”), ataukah sebagai Investor (“I”)

Pada kesempatan kali ini anda akan diajak mencermati kuadran kiri yang terdiri dari karyawan (“E”) dan Pekerja mandiri(“S”). Apa saja yang dapat dimasukkan dalam kelompok “E” dan yang lebih penting bagaimana caranya anda dapat memasukinya? Demikian juga pada kelompok “S”, pekerja apa saja yang dapat digolongkan sebagai pekerja mandiri, serta bagaimana anda dapat memasukinya?

Pekerjaan yang masuk dalam dua kelompok tersebut, yaitu “E” dan “S” ternyata sangat bervariasi. Ada pekerjaan yang tidak menuntut keahlian khusus, sehingga siapapun asal mau melakukan pekerjaan itu dan menekuninya ia bisa mendapatkan rejeki untuk hidupnya. Untuk menjadi karyawan cleaning service seseorang tidak membutuhkan syarat keahlian khusus tertentu. Artinya ia tidak harus lulus sekolah tertentu agar bisa masuk dalam bekerja menjadi pekerja cleaning service. Seorang tamatan SMP, SMA, SMK, atau bahkan hanya tamat SD sekalipun bisa saja diterima dalam pekerjaan ini, asal ia sedikit mau mempelajari tugas – tugasnya. Daftar pekerjaan di bawah ini bisa menggambarkan beberapa pekerjaan yang tidak membutuhkan keahlian khusus. Artinya siapapun dengan latar belakang apapun bisa masuk dalam pekerjaan itu. Ketrampilan dalam mengerjakan tugas akan diperoleh melalui pengalaman. Daftar pekerjaan yang tidak menuntut keahlian khusus :

Tukang tambal ban, Bakul bakso keliling, Loper koran, Pembuat bata, Tukang becak, Kuli bangunan, Mendirikan warung di rumah

Kedua, ada pekerjaan yang memerlukan keahlian tertentu, dimana keahlian ini bisa diperoleh melalui pelatihan – pelatihan. Pelatihan atau  pendidikan yang diperlukan agar ia mendapatkan keahlian itu bisa dilaksanakan melalui pendidikan formal, bisa juga dilakukan melalui pendidikan non formal. Pekerjaan jenis ini bisa dimasuki oleh siapa saja dari latar belakang pendidikan apapun, asalkan ia mau belajar untuk memperoleh keahlian itu. Sebagai contoh apabila anda ingin menjadi montir elektronika, maka anda harus memiliki keahlian di bidang elektronika. Untuk mendapatkan keahlian di bidang elektronika anda bisa mengikuti pendidikan pelatihan elektronika. Pada beberapa kasus bahkan ada orang yang memiliki keahlian di bidang elektronika karena ia bertahun – tahun bekerja menjadi pembantu montir elektronika yang mengijinkan ia membantu sambil belajar tentang elektronika.

Di bawah ini beberapa contoh pekerjaan seperti itu. Daftar pekerjaan yang menuntut keahlian khusus, dan keahlian itu bisa diperoleh melalui pelatihan:

Montir mobil, Perias pengantin, Pekerja salon, Fotografer, Artis, Pelukis, Sopir

Ketiga, ada pekerjaan yang membutuhkan keahlian khusus dan keahlian itu hanya diperoleh melalui pendidikan formal di sekolah dan karenanya seseorang yang ingin memasuki pekerjaan tersebut harus memiliki bekal ijazah pendidikan tertentu. Seseorang yang ingin menjadi hakim, haruslah lulusan dari perguruan tinggi fakultas hukum. Orang yang tidak memiliki ijasah sarjana hukum tidak dimungkinkan untuk menjadi hakim. Anda yang ingin jadi perancang bangunan, baik bekerja dalam suatu perusahaan atau bekerja mandiri haruslah memiliki pendidikan yang sesuai dari jurusan arsitektur. Daftar pekerjaan yang menuntut keahlian khusus dan keahlian itu didapatkan melalui pendidikan formal di sekolah :

Hakim, Perawat, Guru, Dokter, Pilot

Apakah suatu pekerjaan termasuk dalam kelompok “E” (karyawan) atau “S” (pekerja mandiri)? Ternyata penggolongan dalam kelompok “E” atau “S” bukanlah dilihat dari sudut pekerjaannya tapi dari sudut bagaimana ia mendapatkan rejeki dengan pekerjaannya itu. Kembali kita ambil contoh seorang dokter. Seorang dokter bisa disebut karyawan dan masuk golongan “E” apabila ia menjadi karyawan dalam sebuah instansi atau rumah sakit. Dari kerja yang dilakukannya itu ia mendapat gaji, tunjangan dan jaminan – jaminan tertentu dari instansi tempatnya bekerja. Namun ia adalah pekerja mandiri dan masuk golongan “S” apabila ia buka praktek sendiri. Dan ia mendapatkan rejeki berdasarkan layanan yang ia lakukan pada pasiennya. Makin banyak pasiennya maka makin banyak pula ia memperoleh rejeki. Contoh ini dapat diperlebar pada beberapa pekerjaan lainnya. Montir yang bekerja pada suatu bengkel bisa disebut pekerja. Tapi montir yang memiliki bengkel sendiri digolongkan sebagai pekerja mandiri.

CARA MENJAGA KESEHATAN TUBUH

CARA MENJAGA KESEHATAN TUBUH Menjaga kesehatan sangatlah penting dalam kehidupan sebab itu adalah langkah yang baik untuk menjalani selu...